Langsung ke konten utama

HUKUM KEHALALAN PAYTREN

Sebelum membaca lebih lanjut, monggo yang mau tahu INFO dan PENDAFTARAN PAYTREN bisa di link ini ya:


HUKUM KEHALALAN PAYTREN

Repost From FB Paytren Official :
InsyaAllah...
Paling lambat bulan Juni 2017:
- ijin Syariah dari MUI sudah keluar
- ijin dari OJK untuk fitur Fintren (masalah saham, reksadana, tabungan, dll) sudah keluar
- ijin dr Bank Indonesia utk transfer dana keluar juga
Paytren ini bisnis yg dibangun bukan oleh SANGKURIANG.. yg ketika ada apa2, pengen apa2 langsung jadi.. langsung ada.. hehe...
Makanya, mari kita sama2 nikmatin prosesnya.
Kita percayakan sama ustadz dan seluruh jajaran management.. biar mereka yg mikirin masalah2 yg begituan.

Sebagai mitra
Cukup jalankan sistem, jadi pebisnisnya.. selesai deh..
Klo ijin2 diatas udah keluar.. Masya Allah.. saya yakin jualan paytren kaya jualan kacang goreng...
Mudaah bgt Insya Allah...
Dan fitur2 baru pun.. nantinya bakalan lebih mudah utk dilaunching.
Bersyukurlah buat yg sekarang sudah berada di jalan PEBISNIS PAYTREN.. kita udah ada di jalan yg tepat..
Tinggal langkahnya aja yg diupgrade..
Klo skrng merangkak.. hari ini harus mulai berjalan.
Skrng berjalan, hari ini mulai berlari..
Skrng berlari.. Insya Allah ga akan terbendung lagi..
Kita beruntung punya Management dan Owner yg luar biasa
Kemarin saat mengurusi ijin Bank Indonesia
Ustad dan management ditanya oleh petinggi Bank Indonesia
"Klo ijin ini kita keluarkan.. Apakah paytren akan seperti perusahaan2 lainnya..? Yg ketika besar langsung dijual ke orang asing..?"
Ustadz dan management dengan tegas menjawab "TIDAK"
Paytren utk dan milik indonesia.
Bahkan kemarin, ada yg dateng lg.. lalu menawar paytren dgn harga 2 trilliun.. ga dikasih tuh sama ustadz, bahkan dgn tegas ditolak.
Para Top2 leader paytren lainnya jd semakin yakin dgn yg dibilang ustadz.
Paytren bukan hanya utk kita tp insya allah bisa dinikmati juga oleh anak, cucu, cicit kita, dll...

Allahumma Amiin... Wasssalamu'alaykum.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BEGIN WITH RESPOSIBILITY, END WITH SUCCESS!

‘’Banyak yang tidak menyadari bahwa peluang menuju kesuksesan sering berwujud beban dan tanggung jawab yang sering mereka hindari”_____Quotes ini adalah pernyataan dari seorang Mario Teguh yang akan saya coba kupas dalam tulisan saya kali ini. Bismillah! Saya meyakini betul bahwa setiap manusia yang memiliki keinginan untuk maju pasti punya banyak mimpi dalam hidupnya. Sebuah bayangan masa depan yang begitu indah terekam dalam alam bawah sadarnya, dan alangkah indah lagi bila itu semua terwujud nyata. Impian dan cita-cita itu seakan menjadi kunci baginya bahwa ia mampu menjadi apa yang ia cita-citakan. Layaknya seperti lagu yang dibawakan oleh Giring Nidji dalam lagunya yang dijadikan OST.Laskar Pelangi: Mimpi...adalah kunci... Untuk kita... menaklukan dunia... Berlarilah tanpa lelah... Sampai engkau meraihnya... Ya, saya merasakan bahwa Tuhan menciptakan impian pada tiap-tiap insan sebagai anugerah yang begitu luar biasa. Dengan adanya impian, manusia akan termoti...

Urgensi Menjaga Kebersihan Saat Buang Air Kecil (Disertai Adab-Adabnya)

Suatu hari di suatu masjid saat hendak mengambil air wudhu, saya menyempatkan diri untuk melakukan ritual biologis manusia (baca:buang air kecil). Di salah satu sisi tembok kamar kecil masjid tersebut tertempel sebuah kertas bertuliskan hadits Nabi SAW yang mengingatkan para tamu masjid untuk menjaga kesucian pakaiannya saat hendak buang air kecil. Kurang lebih seperti ini tulisannya: Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah pernah bersabda: ".....Kedua penghuni neraka tersebut sedang disiksa karena mereka tidak menjaga dirinya dari percikan air kencing yang mengenai pakaiaannya." (HR.Bukhori) Sontak saja saya langsung berpikir. Bagaimana dengan rutinitas saya? Sudahkah saya mengamalkan hadits nabi tersebut? Ataukah saya termasuk golongan yang akan disiksa dalam kubur karena masih belum menjaga kesucian dalam adab buang air kecil? Na’udzubillahiminzalik. Cepat-cepat hati ini langsung beristighfar, seraya memohon ampun pada Allah bila memang benar saya masih belum mengamalkan ...