Langsung ke konten utama

Postingan

Resensi Buku: Pernik CInta OSD - SEJUTA PELANGI

Judul Buku           : Pernik Cinta Okisetiana Dewi: SEJUTA PELANGI Penulis                   : Oki Setiana Dewi Penerbit                : Mizania Tebal Buku           : ±294 Halaman Kategori Buku     : Kisah-Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa Harga                     : Rp 49.000,- “Sebuah kisah tentang mereka yang memancarkan semangat... Kisah tentang mereka yang berlomba memberi manfaat... Ini tentang para “pelangi” yang mengajarkan makna hidup dengan gradasi warna-warni, ada duka, suka, semangat, senyum, juga cinta. Menyingkap hikmah. Menebar cinta...”          ...

Kekaguman Sesaat pada Keyakinan "Tetangga", Tetapi...

Berangkat dari beberapa observasi yang menggelitik, saya kemudian menuliskannya dalam catatan saya kali ini. Tentang keyakinan hati manusia, yang saya akui akan selalu ada perbedaan di dalamnya. Namun dengan penuh kerendahan hati, di awal ini saya tuliskan: Bagimu Agamamu, Dan Bagiku Agamaku. Dahulu, ketika saya masih kecil hingga saya beranjak remaja, saya tinggal di lingkungan yang sebagian besar bukanlah penganut agama Islam. Sebut sajalah agama tetangga. Setiap libur sekolah tiba, adalah saatnya bagi mereka beribadah ke rumah ibadahnya. Anak kecil, remaja, dewasa, hingga kakek nenek, seakan bersuka cita menuju tempat peribadatan mereka. Mereka menggenggam erat kitab suci mereka di dada. Sepertinya mereka pembaca setianya. Saya sempat kagum dengan semangat ibadah mereka. Mereka mengenakan pakaian yang terbaik yang mereka miliki. Yang wanita berdandan cantik. Yang pria bersisir rambut. Necis, elegan, dan terkesan wah! Kemungkinan di daerah lain juga begitu. Di tanah Batak, me...

Dear God, Thanks For My Strong Mom

20 Februari 1989 – 20 Februari 2012. Detik waktu masih berjalan. Mengubah menit menjadi jam. Dan hari-hari pun seakan tak terasa telah berlalu. Bertahun-tahun. Waktu terus membawaku pada usia ke 23. Usia yang sampai saat ini masih terus aku pertanyakan,  “Sudah aku pergunakan untuk apa usiaku?”  Sebuah pertanyaan sederhana, namun seringkali menjadi ‘warning alert’ bagiku atas apa yang telah aku lakukan. Mungkin bagi sebagian orang, merayakan kembali hari kelahiran adalah sebuah euforia hati yang senantiasa diharapkan dan selalu dinanti. Tapi tidak demikian denganku. Bagiku, hari lahir akan lebih baik bila ia tanpa perayaan. Hari tanpa hadiah, cukuplah doa. Hari tanpa kue ulang tahun. Hari tanpa nyanyian selamat ulang tahun. Hari tanpa perayaan. Bagiku, Hari lahir adalah hari antara aku, Tuhanku, dan Ibu. Kepada Sang Khalik dari seorang hamba, kusampaikan rasa syukurku yang mendalam. Atas penciptaanku di dunia ini. Atas ruh yang DIA tiupkan ke dalam rahim ibundaku. Atas...

Muhammad Natsir, Semangatmu adalah Kemuliaan

source: google "Pilih salah satu dari dua jalan: Islam atau Atheis”. Demikianlah kutipan pidato Muhammad Natsir di parlemen Indonesia pada masa kemerdekaan. Muhammad Natsir adalah tokoh Islam kontemporer, mujahid, serta politikus yang piawai. Beliau mencurahkan segenap kemampuan untuk menjadikan Islam sebagai sistem pemerintahan Indonesia, dan melawan orang-orang yang menghalangi tegaknya syariah. Kisah hidupnya pun kini tertulis apik dalam tinta emas sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam buku: ‘ ’Mereka telah pergi. Tokoh-tokoh Pembangunan Pergerakan Islam Kontemporer” Muhammad Natsir lahir pada 16 Juli 1908 di Maninjau, Sumatera Barat. Ia dibesarkan dari keluarga yang agamis. Ayahnya seorang ulama terkenal di Indonesia. Lingkungan yang seperti ini sangat mempengaruhi pada pertumbuhan sang putra. M. Natsir belajar di sekolah agama dan negeri. Beliau mendapatkan ijazah dari Perguruan Tinggi Tarbiyah Bandung. Selain itu, beliau juga mendapat gelar Doctor Honoris Cau...

Cerita Dibalik Sebulan Pasca Penempatan

08112011-08122011, Tak terasa sudah sebulan waktu terlewati sejak pengumuman penempatan itu dikeluarkan. Sepertinya baru kemarin saya dan para DJKN-ers harap-harap cemas menanti sebuah jawaban. Sebuah jawaban tentang dimana nantinya kami mengabdikan diri, bekerja untuk negeri. Tapi kini, sahabat seperjuangan telah menerima dan menjalankan takdir penempatannya. Tersebar! Di seluruh Indonesia! Alhamdulillahirobbil’alamiin. Allah telah menetapkan. Akhirnya, Direktorat Penilaian, Kantor Pusat DJKN menjadi tempat mengabdi pertama saya untuk negeri ini. Setelah sebelumnya saya menjalani prosesi magang kerja selama hampir 1 tahun di KPKNL Serpong, ada semacam perbedaan ritme kerja yang saya alami. Jelas memang, kantor pusat dengan intensitas pekerjaan yang lebih banyak, semua pegawai dituntut untuk bekerja cerdas, bekerja cepat, dan bekerja ikhlas. source: Google Masih terekam jelas dalam ingatan, kala pertama kali memasuki area kerja di lantai 6 Gedung Syafruddin Prawiranegara, say...

WAKTU DAN KENANGAN

Waktu terus berjalan. Desember kemarin, Desember sekarang. Begitu cepat setahun berlalu. Perubahan zaman yang serba instan seakan membuat waktu berjalan di atas monorel cepat. Waktu tak akan berhenti untuk menunggu orang-orang yang menunda. Ia juga tak akan berjalan lebih cepat mengimbangi keinginan manusia telah menunggu lama. Ia konstan adanya. Ia 24 jam sehari-semalam. Tak ada bedanya. Seiring berjalannya waktu (red: begitu kata buku-buku), coba kita resapi apa saja yang telah kita perbuat selama ini. Prestasi apa yang telah kita ukir bersama waktu? Atau mungkin, kebodohan apa yang sudah kita jalani bersama waktu pula? Pernahkah kita memuhasabahnya? Source: Google Di saat semua orang masih sibuk dengan aktivitasnya. Saya mengajak sahabat pembaca sekalian untuk kembali mengalokasikan waktu sejenak. Membuka kembali memori masa lalu. Memilahnya ke dalam daftar hitam-daftar putih kehidupan sahabat semua. Mulai dari sahabat duduk di bangku taman kanak-kanak. Saat itu saha...

IBARAT DUA SISI MATA KOIN

Alhamdulillah, tepat hari ini (13 Nov 2011) saya menempati kosan baru saya di bilangan Kemayoran-Jakarta Pusat. Setelah menjalani hiruk pikuk penempatan instansi (DJKN) yang penuh dengan cerita unik dan menarik. Mulai dari perasaan sedih-bahagia, gamang-yakin, haru-tanpa rasa, syukur-kecewa, puas-tak puas, semua perasaan bagaikan atmosfer panas yang berpadu menggelayuti wajah-wajah CPNS DJKN, Kementerian Keuangan saat itu. Haru bahagia mungkin bertengger pada perasaan mereka yang mendapati penempatan kantor sesuai dengan yang mereka harapkan. Sedih bercampur gamang mungkin menghinggapi perasaan mereka yang ditempatkan pada kantor yang terbilang jauh. Tapi, dibalik itu semua. Terlihat wajah wajah para teman seperjuangan yang berupaya untuk menepis kegamangannya. Mencoba menerima keputusan. Dan mecoba memberi isyarat pada hati bahwa inilah (penempatan) yang terbaik bagi kita. Rasa haru pun mulai menggelayut para sejawat saat mereka tersadar bahwa mereka akan berpisah. Bukan lagi ha...